Keluarga Mahasiswa NU Dideklarasikan

Presidium Nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (Presnas KMNU) menemui Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruang kerjanya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (4/3). Mereka memberitahukan perihal deklarasi pembentukan Presnas KMNU sesuai amanah Munas KMNU di Yogyakarta akhir Januari lalu.

Mereka juga melaporkan beberapa rencana program kerja KMNU Nasional pada periode kepengurusan tahun ini termasuk agenda “Pekan Ilmiah Nasional KMNU”.

"KMNU harus mampu menjadi motor penggerak dakwah NU di kampus-kampus," pesan Kang Said dalam pertemuan tersebut.

Hal senada dikatakan Wasekjend PBNU Bidang perguruan Tinggi Hanif Saha Ghofur. Bagi Hanif, KMNU harus memiliki gebrakan baru dalam mengawal dakwah NU di kampus-kampus.

“KMNU juga mesti berpartisipasi dalam Muktamar NU pada Agustus mendatang di Jombang. Hal ini perlu untuk menjadikan KMNU Nasional semakin mantap dalam melangkah menghadapi tantangan ke depan,” kata Hanif.

Pertemuan silaturahmi ini diwakili oleh tiga dari lima Presnas KMNU. Mereka terdiri atas Presnas 1 M Zimamul Adli (KMNU IPB), Presnas 3 Abdulloh Rifqi Jauhari (IMAN STAN), dan Presnas 5 Abdurrahman Sidiq (KMNU UPI). (Afifah/Alhafiz K)

PMII Fakultas Teknik Universitas Majalengka Terbentuk

Pengurus PMII Universitas Majalengka menggelar rapat perdana tahunan di gedung Fakultas Teknik lantai tiga Universitas Majalengka, Rabu (1/10/2014) siang. Mereka memutuskan pembentukan PMII Fakultas Teknik UNMA.

Ketua pelaksana Ariyansyah mengataka, rapat ini diadakan atas dorongan dari seluruh anggota dan kader PMII Fakultas Teknik untuk segera membentuk kepengurusan rayon di fakultas mereka.

Ariyansyah berharap rapat ini mengawali gerakan kaderisasi di tubuh khususnya Fakultas Teknik. Tujuannya anggota dan kader dapat terkoordinir dalam agenda-agenda gerakan.

Ketua PMII majalengka Iwan Irwanto dalam sambutannya mendorong kader PMII UNMA untuk bergerak memperjuangkan prinsip dasar pergerakan di kampus mereka di samping mewarnai dinamika intelektual kampus.

Rapat ini kemudian memutuskan Ruyanto secara aklamasi sebagai Ketua Rayon PMII Fakultas Teknik Universitas Majalengka masa bakti 2014-2015. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Intensifkan Diskusi Pelajar

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mengintensifkan diskusi di kalangan pelajar. Diskusi digelar rutin sebulan sekali sebagai ajang silaturahim dan pendalaman wawasan.

Seperti yang diselenggarakan di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (21/9). Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan, setiap pertemuan ada beberapa tema yang akan diangkat. “Selain Aswaja, tema nasionalisme, kenakalan pelajar, pembelajaran kurikulum 2013 akan diangkat pula,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menyataan, sikap kritis dan penambahan wawasan perlu dimiliki setiap pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung IPNU-IPPNU. Hal ini penting dilakukan agar pelajar NU tidak terkesan kerdil, meskipun penampilannya hanya berpakaian sarung.

“Daya pikir, nalar dan wawasan kita harus cemerlang, meski hanya berbusana sarungan,” tuturnya saat mengisi Diskusi Pelajar.

Menurutnya, pelajar NU harus berkualitas dengan menggali berbagai potensi yang ada dalam diri sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan banyaknya pemikiran yang didiskusikan, akan membuahkan solusi,” terangnya.

Dalam diskusi perdana, Toni mengupas tentang Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, Aswaja adalah suatu keluarga/kaum yang menjalankan sunnah Nabi muhammad SAW dan para penerusnya yaitu para sahabat, tabiin dan selanjutnya hingga para alim ulama. “Al -ulama warosatul anbiya,  ulama yaitu pewaris Nabi,” tegasnya.

Aswaja ala Nahdlatul Ulama lebih mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sehingga ketika ada perbedaan atau ikhtilaf dijadikan sebagai rahmat bukan sebagai awal datangnya konflik. “Dengan rahmatan lil Alamin insya Allah hidup kita akan menjadi damai,” tuturnya di hadapan 70 peserta diskusi.

Zaki berharap, Diskusi Pelajar Ahadan juga bisa menambah wawasan dan tumbuhnya minat belajar bagi para pelajar dan generasi muda NU. (Wasdiun/Mahbib)

PMII Luncurkan Web Islam Rahmatan Lil Alamin

Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Selatan mengedepankan wacana Islam moderat di tengah masyarakat melalui website yang baru saja diluncurkan. Di alamat website www.ikapmiisulsel.or.id, mereka membuka dialog publik mengenai keislaman terbuka.

"Kami meluncurkan situs ini untuk kepentingan pengembangan organisasi, dan mendorong pelestarian gerakan Islam moderat. Sebab, hal itu menjadi komitmen IKAPMII," kata Ketua IKA PMII Sulsel Kadir Ahmad di jalan Landak, Makassar, Ahad (21/9).

Kadir mengajak seluruh kader PMII dan masyarakat umum untuk bersikap toleran di tengah derasnya arus intoleransi di Indonesia. "Situasi ini tak bisa dibiarkan, sebab intoleransi tumbuh dan berkembang begitu saja, mengancam keutuhan NKRI. Padahal esensi Islam ialah rahmatan lil almin," katanya.

Selain itu, anggota IKAPMII Sulsel berkhidmah dan tersebar di lintas profesi, tentu membutuhkan media dalam mendiskusikan berbagai persoalan. "Agar sumber daya yang dimiliki alumni dapat dituangkan," tandas Kadir Ahmad pada peluncuran yang dihadiri puluhan alumni PMII Sulsel lintas generasi, lintas cabang, dan kampus. (Red Alhafiz K)


www.ikapmiisulsel.or.id

PMII Jateng Tengarai Kelompok Radikal Dompleng di Kurikulum


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Tengah menginstruksikan semua pengurus cabang PMII di Jawa Tengah untuk mengawal penarikan buku guru SKI Kelas VII MTs berbau sentimen Suku, Agama, Ras dan Antargolongan oleh Kemenag. Mereka melihat adanya upaya kelompok tertentu untuk menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

“Tampak sekali ada pihak-pihak tertentu secara sengaja dan terselubung menyebutkan ‘Berhala sekarang adalah kuburan para wali’,” kata Ketua PMII Jateng Ibnu Ngakil, Rabu (17/9) siang.

Ibnu Ngakil menyatakan pihaknya telah mengecek jangkauan edar buku berbau SARA ini. Menurutnya, pendistribusian buku ini sudah sampai ke tingkat madrasah di Jateng. Ia menyayangkan kejadian begini.

Padahal para wali sangat berjasa menyebarkan agama Islam sekaligus mengembangkan peradaban masyarakat di zamannya.

"Mereka adalah simbol penyebaran Islam rahmatan lil alamin di Indonesia," sambung Ibnu. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Pelajar Islam NU Perlu Punya Visi Jauh ke Depan

Pemuda yang menjadi harapan tumpuan masa depan dituntut memiliki kemampuan, di samping itu mempunyai visi misi jauh ke depan. Hal itu dikemukakan Plt. Ketua PCNU Jepara, Ahmad Junaidi saat memberikan sambutan dalam Pelantikan dan Rakercab IPNU-IPPNU Cabang Jepara berlangsung di Pendopo Kabupaten, Ahad (14/9) pagi.

Menurutnya, pemuda harus meningkat dari yang sebelumnya. Junaidi, mengutip pendapat Yusuf Qardawi, mengatakan bahwa pemuda bagaikan matahari pukul 12 siang. Artinya, pemuda harus mempunyai semangat yang luar biasa.

Ia menegaskan, pelajar yang tergabung dalam bingkai Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) merupakan kader yang dikelola dengan baik. Sebab jika tidak mustahil salah satu banom NU itu menjadi tidak bermakna.

Kepada ratusan hadirin ia memaparkan, pemuda dalam sepak terjangnya dari waktu ke waktu adalah kader penggerak. “Ibrahim muda adalah misal tokoh penolak ideologi penyembah berhala,” Junaidi menyontohkan.

Nabi Isa muda, lanjutnya, juga merupakan penolak norma yang tidak sesuai dengan Islam. Begitu juga dengan kiprah pemuda tidak lepas perannya untuk merebut kemerdekaan.

Untuk itu sebagai pelajar NU harus mempunyai tiga visi. Pertama, Berani bermimpi. Kedua, percaya diri yang dilalui dengan proses; dan ketiga berani berbuat. Thomas Alfa Edison melakukan percobaan 14.000 kali pada objek yang sama.

Karenanya dengan menempa SDM pelajar NU harus tetap survive dan siap berkompetisi untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

KAMMI Balikpapan Punya Harapan Besar Bagi DPRD Balikpapan

Kesatuan Aksi Mahasisiwa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Balikpapan, punya harapan besar bagi para anggota DPRD Balikpapan yang baru dilantik Senin (25/8) lalu, untuk kemajuan Kota Balikpapan khususnya sektor pembangunan. KAMMI juga menagih janji-janji para anggota DPRD itu waktu berkampanye atau pada saat pencalonan.

“Sebagai wujud cinta terhadap kemajuan Kota Balikpapan, berharap agar anggota DPRD Balikpapan yang baru ini dapat memajukan Kota Balikpapan ini. Kami berhak memberikan nasehat dan masukan kepada para wakil rakyat yang terpilih ini,” kata Ketua KAMMI Cabang Balikpapan, Surya Fribady, kepada Balikpapan Pos kemarin. 

Kata Surya, tak terasa persaingan itu kini telah usai, tentunya senang rasanya anggota DPRD itu bisa duduk di kursi legislatif periode 2014-2019.  “Kita sudah paham berapa banyak duit yang telah engkau (anggota DPRD) keluarkan untuk duduk di sana. Dan semoga bukan karena itu engkau akan bekerja demi mengembalikan duitmu dan menambah kekayaanmu, memuluskan proyek-proyek dan sekadar ingin menjadi tokoh yang disegani,” harapnya.

Surya juga berharap agar ara anggota DPRD ini meniru pola kepemimpinan Umar bin Khattab. Menjadi anggota legislatif lanjutnya, bukan perkara ringan, namun hal itu merupakan perkara berat, karena menyangkut kehidupan rakyat  yang dipimpinnya. Kata Surya, cukuplah kisah Umar bin Khattab sebagai contoh bagaimana ia sangat peduli terhadap rakyat yang dipimpinnya. Bahkan anak kambing  yang mati gara-gara jalan yang rusak saja sangat disesalinya. 

“Belum lagi kita saksikan ketika beliau (Umar Al Khattab) tidak pernah menggunakan fasilitas Negara untuk keperluan pribadi, bahkan beliau cenderung menggunakan haknya untuk kepentingan  orang banyak,” ungkapnya.

“Ingatlah wahai para anggota dewan, kalian adalah wakil rakyat, pembela rakyat, tempat kami rakyat kecil menitipkan satu pesan kesejahteraan dan keadilan. Jangan lupakan kami ketika anda sudah duduk nyaman di sana. Ingatlah kembali janji-janji manis Anda ketika kampanye, bacalah kembali kata-kata manis di spanduk, baliho yang Anda pasang  di jalan-jalan,” pesan Surya.

Surya juga yakin bahwa para anggota DPRD yang baru ini mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Balikpapan ini seperti kemacetan lalulintas, masalah listrik padam dan air PDAM yang tidak mengalir, sementara masyarakat rutin membayar tagihan air dan listrik, pembangunan mega proyek, dan sebagainya.

 “Jika tidak segera diurai kemacetan lalulintas akan menjadi masalah bagi Kota Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

“Semoga para anggota dewan periode ini dapat membawa perubahan  yang  lebih baik buat Kota Balikpapan ke depan. Semoga kota  yang kemarin mendapatkan predikat kota paling layak huni se-Indonesia ini memang terbukti benar dan akan semakin maju ke depannya. Selamat berkarya, kami akan selalu mengawasimu,” pungkasnya. (tur)

http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=134524

Pelajar Islam Mesti Ikuti Informasi Politik Pasca Pilpres

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengimbau kepada para pelajar untuk tetap mengikuti perkembangan informasi soal kondisi perpolitikan nasional pasca pilpres. Bagaimanapun, situasi politik masih tetap berlangsung dinamis dan membutuhkan partisipasi aktif publik untuk menentukan arah bangsa ke depan.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Khairul Anam Haritsah, akrobat politik di parlemen saat ini menunjukkan adanya persaingan kepentingan antar fraksi partai. Isu revisi Undang-undang tentang MD3 (MPR, DPRRI, DPD, DPRD) adalah di antara bukti dari gambaran kondisi tersebut.

“Tarik-menarik Pilkada dilaksanakan secara langsung atau melalui DPRD dalam RUU Pilkada contoh kedinamisan politik pasca pilpres. Isu ini perlu adanya keterlibatan secara aktif karena menyangkut calon pemimpinnya,” ujarnya dalam diskusi publik bertema “Prospek Kualitas Demokrasi Pasca Pilpres 2014” di Jakarta, Jumat (12/9).

Anam mengatakan, Indonesia sedang mencari bentuk demokrasi yang sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa, termasuk dalam proses pemilihan kepala daerah setelah masa reformasi. Apapun bentuk itu, katanya, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas, bukan semata kepentingan kelompok tertentu.

Hadir dalam diskusi tersebut salah satu pembina IPNU Marwan Ja’far, Hanta Yuda (pengamat politik yang juga Direktur Eks PolTracking), La ode Ida (Wakil Ketua DPD RI), dan Husni Tamrin dari Friedrich Naumann Stiftung (FNS).

Marwan pada kesempatan tersebut menilai bahwa pengalaman pemilu legislatif dan pemilu presiden beberapa waktu lalu mencerminkan gairah baru dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Keterlibatan yang demikian massif, menurutnya, adalah tanda bahwa masyarakat kian melek politik.

“Namun demikian masih ada ego dari para elite politik kita pasca pilpres ini yang menyebabkan komunikasi menjadi kurang maksimal,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Ketum PB PMII: PMII Tidak Bisa Dipisahkan dari NU

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) terpilih, Aminuddin Ma'ruf menegaskan, sebagai organisasi PMII tidak bisa dipisahkan dari Nahdatul Ulama (NU).

Hal itu disampaikan di depan para peserta orientasi calon Pengurus PB PMII 2014-2016, Rabu (27/8). "Selama saya terpilih sebagai mandataris kongres Jambi, tidak pernah sekalipun saya atas nama PB PMII menyatakan PMII bukan bagian dari NU," ujar Amin di depan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Adnan Anwar.

Menurutnya, informasi yang menyatakan bahwa dirinya pernah berpidato dan menyatakan atas nama PB PMII bukan bagian dari NU adalah salah besar. "Karena PMII dan NU tidak bisa dipisahkan," tandasnya.

Hal ini disambut baik oleh Wasekjend PBNU, Adnan Anwar yang memberikan pesan-pesan untuk perjalanan kepengurusan periode 2014-2016 ke depan.

"Kami bangga dengan awal kepengurusan kali ini, apalagi dengan peserta orientasi yang rapi dan para sahabatnya menggunakan peci sebagai simbol warga NU," tuturnya.

Tidak hanya sekadar simbol, ke depan para kader PMII juga harus memperkuat ideologinya agar bisa terus bertahan dan bisa berguna bagi bangsa dan negara sebagaimana warga-warga Nahdliyin di masa lalu.

"Sehingga perlu diperkuat dari segi al-fikratul an-nahdliyah (pemikiran ke-NU-an) dan juga al-harakatul an-nahdliyah (gerakan ke-NU-an) demi menyongsong masa. Karena kader 20 tahun ke depan harus dipersiapkan hari ini," terang Adnan.

Adnan pun menegaskan, sebagai bapak dari PMII, PBNU siap memfasilitasi apapun yang diperlukan untuk kebesaran anaknya. "Kami siap dan memang sudah mempersiapkan semua yang dibutuhkan PMII selama diperlukan," pungkasnya. (Nidhomatum MR/Mahbib)
 

LDK - ROHIS Balikpapan Copyright © 2012